Rabu, 25 Januari 2017

Rename/Mengubah Nama File


Tahap-Tahap Rename/Mengubah Nama File

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk rename/mengubah nama file, berikut cara-caranya.


Cara I

1. Klik kanan pada file yang ingin di-rename.



2. Pada menu pop up yang muncul, pilihlah Rename.




Cara II

1. Klik kiri satu kali pada file yang ingin di-rename.



2. Tekanlah F2 pada keyboard.


Mengenal Tipe File


Definisi Tipe File

Tipe file atau file ekstensi (file extension) merupakan tanda pengenal file, di mana masing-masing file memiliki file extenxsion yang berbeda-beda.


Macam-Macam Tipe File

Berikut di bawah ini merupakan macam-macam tipe file.
  • Adobe Acrobat → .pdf
  • Adobe Photoshop → .psd
  • Audio → .wav ; .mp3
  • Compressed File → .zip ; .rar
  • Disc Image → .iso
  • Image → .jpg ; .jpeg ; .png ; .bmp ; .tiff ; .ico ; .svg
  • Microsoft Office Excel → .xls ; .xlsx
  • Microsoft Office Word → .doc ; .docx
  • Microsoft Office PowerPoint → .ppt ; .pptx
  • Notepad → .txt
  • Registry → .dll
  • Video → .mkv ; .mp4 ; .webm ; .avi ; .mov ; .wmv ; .3gp ; .gif
  • Website → .html ; .php ; .htm

Drag and Drop


Cara Melakukan Drag and Drop

Berikut adalah tahap-tahap melakukan drag and drop. Perhatikan contoh gambarnya.

1. Klik satu kali tombol kiri pada mouse tanpa dilepas pada sebuah file.



2. Kemudian, arahkan file tersebut ke arah yang diinginkan.



3. Setelah itu, lepaskan tekanan klik kiri pada mouse tadi.


Membuat Folder


Tahap-Tahap Membuat Folder

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat folder, berikut cara-caranya.

Cara I


1. Pertama-tama, tekanlah tombol Alt pada keyboard, sehingga muncul menu seperti gambar di bawah ini.




2. Kemudian, klik File pada pilihan menu tersebut. Setelah itu, pilih New pada pilihan menu pull down yang muncul.



3. Klik Folder pada menu cascading yang muncul di sampingnya.



4. Terakhir, ketiklah nama folder yang diinginkan, setelah itu tekanlah tombol Enter pada keyboard.



Cara II

1. Pertama-tama, klik kanan sekali pada mouse, setelah itu akan muncul menu pop up. Pada pilihan menu pop up tersebut, pilihlah New.



2. Kemudian, klik Folder pada menu cascading yang muncul di samping.



3. Terakhir, ketiklah nama folder sesuai keinginan, kemudian tekanlah tombol Enter pada keyboard.

Menu, Ikon, dan Shortcut


MENU


Definisi Menu

Menu merupakan kumpulan perintah suatu software yang dikelompokkan menjadi satu berdasarkan fungsinya yang apabila dieksekusi akan menjalankan suatu perintah tertentu dari aplikasi. Pilihan yang diberikan oleh menu dapat dipilih dengan menggunakan antarmuka pengguna.


Jenis-Jenis Menu


Ada tiga jenis menu, yaitu sebagai berikut.

  • Menu Pull Down, merupakan sekumpulan menu yang berisikan perintah-perintah pada suatu program aplikasi yang sudah dikelompokkan.
Cara membuka menu pull down sangatlah gampang. Cukup arahkan cursor ke sebuah menu dan klik kiri pada mouse sekali. Perhatikanlah contoh di bawah berikut.


  • Menu Cascading, merupakan menu sekunder atau lanjutan yang akan muncul setelah kita sebelumnya memilih bagian pada menu utama.
Dua langkah awal untuk membuka menu cascading sama dengan cara membuka menu pull down. Berikutnya, tinggal memilih bagian dari menu pull down yang di sampingnya ada tanda panah. Setelah itu akan muncul menu cascading di sebelahnya. Perhatikanlah contoh di bawah berikut.



  • Menu Pop Up, merupakan menu yang akan muncul setelah kita klik kanan pada mouse sekali, posisinya tergantung dengan letak cursor berada (jika cursor terletak di atas, menu pop up akan muncul di bawah, berlaku sebaliknya).
Perhatikanlah contoh menu pop up di bawah ini.


IKON


Definisi Ikon

Ikon atau yang juga disebut simbol, merupakan antarmuka grafik di sebuah data yang disimbolkan dengan gambar kecil yang menggambarkan program ataupun berkas komputer. Cara menjalankan ikon yaitu dengan mengklik mouse dua kali pada gambar tersebut. Selain itu, ikon juga digunakan di software, sering ditempatkan pada toolbar yang bisa diaktifkan dengan mengklik mouse sekali pada ikon yang diinginkan.


Contoh-Contoh Ikon


Ada begitu banyak macam ikon. Berikut saya akan menampilkan bermacam-macam ikon pada toolbar Microsoft Office Excel dan Microsoft Office Word beserta fungsinya.
  • Cut, berfungsi untuk memindahkan objek dari document ke clipboard.
  • Copy, berfungsi untuk menggandakan objek dari document ke clipboard.
  • Paste, berfungsi untuk memasang objek dari clipboard ke document.
  • Format Painter, berfungsi untuk menyamakan format suatu cell atau table tanpa menyalin isinya.
    • Font, berfungsi untuk mengubah jenis huruf.
    • Font Size, berfungsi untuk mengatur ukuran huruf.
    • Bold (B), berfungsi untuk membuat teks menjadi tebal.
    • Italic (I), berfungsi untuk membuat teks menjadi miring.
    • Underline (U), berfungsi untuk memberikan garis bawah pada teks.
    • Border, berfungsi untuk mempertebal pembatas antar cell atau table.
    • Color Font, berfungsi mengatur warna huruf sesuai keinginan.
    • Fill Color, berfungsi untuk mewarnai background pada cell yang ditentukan.
    • Text Highlight Color, berfungsi untuk mewarnai bagian belakang teks (bukan seluruh kertas) sehingga teks terlihat seperti ditandai.
     
    • Orientation, berfungsi untuk memutar teks secara vertikal maupun horizontal.
    • Line Spacing, berfungsi untuk mengatur spasi antar barisan pada teks.
    • Subscript, berfungsi untuk membuat huruf kecil sedikit di bawah teks (contoh: CO2).
    • Superscript, berfungsi untuk membuat huruf kecil sedikit di atas teks (contoh: 32).
    • Strikethrough, berfungsi untuk membuat garis di tengah-tengah teks.

     SHORTCUT


    Definisi Shortcut

    Shortcut merupakan perintah cepat untuk menjalankan suatu program pada suatu sistem yang terinstall di komputer yang dilakukan dengan kombinasi tombol-tombol pada keyboard yang ditekan secara bersamaan tanpa perlu menggunakan mouse.


    Macam-Macam Shortcut


    Berikut macam-macam shortcut beserta fungsinya yang bisa dicoba.
    • Ctrl+A : Memblok semua data dalam dokumen (All).
    • Ctrl+B : Menebalkan huruf (Bold).
    • Ctrl+C : Menggandakan teks/file (Copy).
    • Ctrl+D : Membuka format huruf.
    • Ctrl+E : Membuat teks menjadi rata tengah (Center).
    • Ctrl+F : Mencari data (Find).
    • Ctrl+G : Mencari halaman.
    • Ctrl+H : Mengganti nama data (Replace).
    • Ctrl+I : Memiringkan huruf (Italic).
    • Ctrl+J : Membuat teks menjadi rata kiri kanan (Justify).
    • Ctrl+K : Menyisipkan hyperlink.
    • Ctrl+L : Membuat teks menjadi rata kiri (Align Left).
    • Ctrl+M : Menggeser First Line Indent dan Left Tab pada mistar dokumen.
    • Ctrl+N : Membuat lembar dokumen baru (New).
    • Ctrl+O : Membuka dokumen (Open).
    • Ctrl+P : Mencetak tulisan (Print).
    • Ctrl+Q : Menghilangkan nomor urut.
    • Ctrl+R : Membuat teks menjadi rata kanan (Align Right).
    • Ctrl+S : Menyimpan data (Save).
    • Ctrl+T : Membuka tab baru pada browser (Tab).
    • Ctrl+U : Memberikan garis bawah pada teks (Underline).
    • Ctrl+V : Menggandakan teks/file untuk kedua kali (Paste).
    • Ctrl+W : Menutup data (Close).
    • Ctrl+X : Memotong teks/file (Cut).
    • Ctrl+Y : Mengembalikan perubahan (Redo).
    • Ctrl+Z : Membatalkan perubahan (Undo).

    Manajemen File


    Definisi Manajemen File

    Manajemen file, atau yang juga sering disebut file system merupakan suatu metode yang digunakan oleh sistem operasi dalam hal penamaan, penyimpanan, dan penanganan file komputer yang terdapat pada disk atau partisi dengan cara tertentu. Aspek mendasar dalam manajemen file adalah pengorganisasian, pelabelan, dan pengklasifikasian data komputer. Manajemen file membantu brainware agar bisa mengakses dan mendapatkan data lebih cepat dan lebih mudah.


    Manfaat Manajemen File

    Berikut merupakan manfaat dari manajemen file pada sistem operasi.
    • Pembuatan, penamaan, modifikasi, serta penghapusan file
    • Sebagai back up dan recovery data agar data tidak hilang, sehingga mengurangi tingkat kehilangan file
    • Memudahkan dalam pencarian file
    • Dapat menghemat kapasitas penyimpanan data dengan melakukan penghapusan file-file yang tak terpakai
    • Data tersimpan dengan baik
    • Membantu pengaksesan data menjadi lebih mudah

    Sasaran Manajemen File

    Berikut merupakan sasaran manajemen file pada sistem operasi.
    • Memenuhi kebutuhan dalam hal pengaturan data
    • Menjamin data dalam suatu file
    • Optimasi kinerja
    • Menyediakan dukungan input serta ouput bagi bermacam-macam media penyimpanan dan user di sistem multiuser
    • Meminimalisir potensi hilang dan rusaknya data

    Arsitektur Manajemen File

    Arsitektur manajemen file pada sistem operasi meliputi beberapa hal berikut.
    • Sistem akses, yaitu berhubungan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada suatu file dapat diakses
    • Manajemen file, yaitu berhubungan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file, seperti penyimpanan, pengacuan, pemakaian bersama, serta pengamanan
    • Manajemen ruang penyimpanan, yaitu berhubungan dengan alokasi ruang untuk file di media penyimpanan
    • Mekanisme integritas file, yaitu berhubungan dengan jaminan informasi pada file yang tidak terkorupsi

    Perintah dalam Manajemen File

    Berikut merupakan beberapa perintah dalam melakukan manajemen file.

    Selasa, 17 Januari 2017

    BIOS


    Definisi BIOS

    BIOS atau Basic Input Output System dapat diartikan sebagai sistem dasar yang mengatur proses input dan output data yang ada pada perangkat komputer. Untuk lebih jelasnya, BIOS merupakan suatu program dalam bahasa assembly (bahasa pemrograman tingkat rendah) yang bertugas mengatur proses berjalannya sistem komputer dan mengontrol hardware pada komputer. BIOS umumnya terletak pada ROM (Read Only Memory) yang terbuat dari bahan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor). Apabila tidak ada BIOS, komputer tidak akan berjalan dengan baik.

    BIOS tidak banyak dikenal dan jarang dioperasikan secara manual di kalangan pengguna komputer. Software ini umumnya hanya digunakan saat terjadi masalah pada komputer, sehingga perlu dilakukan install ulang sistem operasi.



    Fungsi BIOS

    BIOS memiliki banyak sejumlah fungsi, yaitu sebagai berikut.
    • Bisa menjalankan perintah POST (Power on Self Test)
    • Menunjang proses penyalaan komputer
    • Mengatur konfigurasi proses dasar pada komputer sebelum masuk ke sistem operasi
    • Memberi informasi dasar pada komputer
    • Memeriksa dan mengatur sejumlah hardware

    Cara Masuk ke BIOS

    Berikut adalah tahapan untuk masuk ke BIOS.

    1. Nyalakan komputer dengan menekan tombol power. Namun apabila komputer sudah dalam keadaan menyala, lakukan restart pada komputer.
    2. Begitu komputer menyala untuk pertama kalinya, tekan tombol Del atau F2.

    Menu BIOS

    Terdapat beberapa menu pada BIOS Insyde H2O, yaitu sebagai berikut.



    • Information
    Menu Information berfungsi untuk menampilkan informasi mengenai komputer yang digunakan.



    • Main
    Menu Main terdiri dari beberapa sub menu, yaitu sebagai berikut.
    1. System Time, berfungsi untuk mengatur waktu yang akan ditampilkan pada komputer.
    2. System Date, berfungsi untuk mengatur tanggal yang akan ditampilkan pada komputer.
    3. Total Memory, berfungsi untuk menunjukkan jumlah semua kapasitas memori pada komputer.
    4. Video Memory, berfungsi untuk menunjukkan kapasitas video pada komputer.
    5. Quiet Boot, berfungsi untuk mengatur keluar atau tidaknya suara saat melakukan booting pada komputer.
    6. Network Boot, berfungsi untuk mengatur penggunaan internet pada saat melakukan booting.
    7. F12 Boot Menu, berfungsi untuk mengatur urutan booting.
    8. D2D Recovery, berfungsi untuk mempermudah brainware dalam memulihkan sistem operasi.
    9. SATA Mode, berfungsi untuk mengatur tipe harddisk yang akan digunakan.

    • Security
    Menu Security terdiri dari beberapa sub menu, yaitu sebagai berikut.
    1. Set Supervisor Password, digunakan untuk membuat atau mengganti supervisor password.
    2. Set User Password, digunakan untuk membuat atau mengganti user password.
    3. Set IDEO Password, digunakan untuk membuat atau mengganti harddisk password. 

    • Boot
    Menu Boot berfungsi untuk menentukan urutan booting dengan cara memilih urutan booting yang akan diubah menggunakan tombol ↑ dan ↓ serta tombol F5 untuk menurunkan urutan dan tombol F6 untuk menaikkan urutan.


    • Exit
    Menu Exit terdiri dari beberapa sub menu, yaitu sebagai berikut.
    1. Exit Saving Changes, digunakan untuk keluar dari BIOS dengan menyimpan hasil perubahan konfigurasi.
    2. Exit Discarding Changes, digunakan untuk keluar dari BIOS tanpa menyimpan hasil perubahan konfigurasi.
    3. Load Setup Defaults, digunakan untuk menampilkan semua konfigurasi yang pernah disimpan.
    4. Discard Changes, digunakan untuk membuang hasil perubahan konfigurasi.
    5. Save Changes, digunakan untuk menyimpan hasil perubahan konfigurasi.


    Install Ulang Sistem Operasi Windows 7

    Penginstallan ulang pada sistem operasi biasanya dilakukan karena di dalam komputer belum terinstall sistem operasi atau karena komputer terkena virus yang parah dan mengakibatkan sebuah atau beberapa program pada komputer tidak bekerja. Berikut adalah persiapan dan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan untuk menginstall ulang sistem operasi Windows 7.
    1. Pindahkan data-data penting yang dimiliki ke harddisk kosong.
    2. Siapkan DVD Windows 7 dan DVD ROM.
    3. Pastikan komputer/laptop tidak akan kehabisan daya pada saat menginstall nanti. Disarankan agar laptop tetap dalam keadaan di-charge.
    4. Restart komputer/laptop.
    5. Masuk ke menu BIOS dengan cara menekan tombol Del atau F2 secara berulang.
    6. Setelah berhasil masuk ke menu BIOS, pilih menu Boot.
    7. Agar bisa melakukan booting dari CD/DVD, tempatkan CD-ROM Drive ke urutan teratas (lihat fungsi menu Boot).
    8. Jangan lupa masukkan DVD Windows 7 pada DVD ROM.
    9. Keluarlah dari menu BIOS dengan cara memilih menu Exit dan memilih sub menu Exit Saving Changes atau tekan saja tombol F10 agar lebih praktis.
    10. Setelah melakukan konfigurasi pada BIOS, komputer/laptop akan restart dengan sendirinya.
    11. Tekan tombol apa saja setelah ada tulisan "Press any key to boot from CD or DVD..." muncul.
    12. Berikutnya akan tampil menu pengisian "Language to install", "Time and currency format", dan "Keyboad or input method". Disarankan untuk mengganti "Time and currency format"-nya saja.
    13. Klik "Next" di pojok kanan bawah menu.
    14. Untuk mulai menginstall Windows 7, klik "Install now".
    15. Centanglah menu "I accept the license terms", kemudian klik "Next".
    16. Selanjutnya akan ada 2 pilihan, yaitu "Upgrade" dan "Custom (advanced)". Pilihlah menu "Custom (advanced)".
    17. Jika ingin melakukan install ulang, downgrade maupun upgrade sistem operasi windows sekaligus ingin data-data pada partisi lain tidak hilang, cukup delete "Disk 0r Partition 2 (partisi C:)" dan "Disk 0r Partition 1 : System Reserved", nanti secara otomatis kedua partisi yang dihapus menjadi "Unlocated Space".
    18. Buat partisi baru lagi, dan secara otomotis partisi tersebut menjadi "Disk 0r Partition 2".
    19. Pilih "Drive options (advanced) > New".
    20. Tentukan urutan partisi/drive. Pilih "Apply" jika sudah selesai.
    21. Klik "Ok" untuk pembuatan "system files windows" atau yang biasa disebut "system reserved partition".
    22. Buatlah partisi lain dengan cara yang sama seperti langkah ke-19 dan 20. Jumlah partisi yang dibuat tergantung keinginan masing-masing.
    23. Pilihlah "Disk 0r Partition 2" menjadi tempat menginstall Windows 7, kemudian klik "Next".
    24. Kemudian proses menginstall Windows 7 akan berlangsung. Biasanya membutuhkan waktu lebih dari 20 menit dan komputer/laptop akan restart sendiri beberapa kali.
    25. Jangan pernah menekan tombol apapun pada keyboard selama proses menginstall berlangsung, karena dapat menyebabkan proses menginstall mengulang dari awal.
    26. Tahap berikutnya, masukkan nama pengguna dan nama komputer, kemudian klik "Next".
    27. Lalu, buatlah password untuk akun Windows (disarankan). Isi password hint dengan kata atau kalimat yang akan membantu untuk mengingat password tersebut apabila sewaktu-waktu lupa dengan password tersebut, kemudian klik "Next".
    28. Masukkan product key Windows 7, kemudian klik "Next".
    29. Untuk "Windows Update", pilihlah "Use recommended settings". Namun apabila DVD Windows 7 yang dimiliki tidak original, sangat disarankan untuk memilih "Ask me Later".
    30. Untuk "Time zone", pilih waktu sesuai daerah tempat tinggal.
    31. Selanjutnya, pilihlah "Public Network" saat menentukan lokasi jaringan.
    32. Masukkan password terlebih dahulu apabila telah membuat password, lalu tekan tombol "Enter".
    33. Proses menginstall Windows 7 telah selesai.